Kamis, 23 April 2015

Digital Divide Dan Knowladge Divide

Kesenjangan digital atau Digital Divide adalah sebuah fenomena dimana seseorang masih kurang akses terhadap teknologi yang berkaitan dengan informasi dan komunikasi. Gap terhadap dunia Tenologi Informasi dan Komunikasi ini bisa saja masih terjadi di dalam kehidupan dan dalam berbagai aspek kehidupan. Kebanyakan masyarakat masih merasa teknologi yang berkembang sangat pesat hingga sangat sulit rasanya bila mengikuti perkembangannya, apalagi dalam beberapa negara di dunia termasuk Indonesia, penyebaran dari Teknologi Informasi dan Komunikasi masih kurang merata, hal tersebut juga disebabkan karena kurangnya sosialisasi kepada masyarakat atau memang faktor ekonomi dari masyarakat itu sendiri.

Menurut seorang pengamat, Yayan Sopyan pada sebuah artikel dalam web pribadinya, dia menjelaskan apa itu kesenjangan digital. "Berbicara mengenai kesenjangan digital berarti berbicara mengenai gap antara kelompok masyarakat yang bisa menikmati teknologi digital -sebagai alat untuk bekerja, berkreasi, berkreativitas, dan lain sebagainya- dan menikmati keuntungan-keuntuingan yang diberikan oleh teknologi digital, dan kelompok masyarakat yang sama sekali tidak mencicipi itu. Itulah yang disebut kesenjangan digital." Yayan Sopyan pada web pribadinya yang di post pada, Senin, 08 April 2002 07:00.

Kesenjangan Digital tidak hanya dapat dibuktikan dengan kurangnya pemahaman terhadap teknologi secara mendasar seperti contohnya seseorang yang takut menggunakan laptop atau komputer karena takut rusak karena harganya yang masih terhitung mahal oleh sebagian orang yang terjebak dalam fenomena kesenjangan digital. Hal lain yang bisa dikatakan kesenjangan digital adalah kurang pahamnya penggunaan dari sarana sosial media, bila ada sebagian orang yang takut menggunakan komputer karena berbagai alasan, sebagian lainnya juga diisi oleh mereka yang masih menggunakan jaringan internet atau media sosial secara tidak maksimal sehingga mereka tidak secara mendasar memahami apa guna dari TIK itu sendiri.

Faktor Penyebab Kesenjangan Digital

Hal ini bisa terjadi karena berbagai hal. Jan Van Dijk dari Utrecth University membagi faktor penentu mengapa terjadi kesenjangan digital, yakni:

1. Kurangnya pengalaman digital dasar yang diakibatkan oleh kurangnya minat, kecemasan terhadap komputer dan tidak memperbaruhi minat terhadap teknologi baru (akses mental)
2. Tidak memiliki komputer dan jaringan internet (akses bahan )
3. Kurangnya keterampilan digital karena pendidikan tidak cukup, dan tidak pula didukung oleh lingkungan sosialnya (keterampilan akses)
4. Kurangnya kesempatan penggunaan yang signifikan atau distribusi TIK yang tidak merata (akses penggunaan).

Dalam blog bppn juga dijelaskan hal yang sama, dalam blog tersebut dijelaskan bahwa ada empat faktor yang enjadi penyebab terjadinya kesenjangan digital yakni: Infrastruktur, kekurangan skill (SDM), kekurangan isi atau materi (konten), kurangnya pemanfaatan dari internet itu sendiri. 

Dari keterangan diatas, dapat diketahui bahwa kesenjangan digital juga sempat terjadi di Amerika Serikat dan Eropa pada tahun 1990-an, hal tersebut dikarenakan beberapa faktor yang dikatakan diatas. Faktor penentu utama dalam hal ini adalah kurangnya pemahaman dan kurang meratanya ekonomi dan sosialisasi dari pemerintah dan pihak yang setidaknya melakukan inisiatif dalam hal ini. Sementara bagaimana dengan Kesenjangan Digital di Indonesia? di Indonesia jelas masih terasa kesenjangan digital yang cukup lebar antara masyarakat dengan perkembangan digital yang ada. Mari kita mulai analisis Kesenjangan Digital di Indonesia dari faktor: 

1. Infrastruktur

Infrastruktur adalah hal pentin dalam memenuhi sarana teknologi, sarana disini bisa dimasukan dalam poin-poin khusus seperti tersedianya jaringan listrik yang baik di suatu daerah, jaringan telekomunikasi yang baik yang jadi penentu apakah jaringan internet dapat tersambung dengan baik di suatu daerah. Selain itu faktor infrastruktur ini juga bisa menyangkut perangkat keras dan lunak (program) dari sebuah piranti digital seperti komputer, smartphone dan lain sebagainya. 
Infrastruktur lain juga mempengaruhi beberapa aspek seperti salah satunya pendidikan. Infrastruktur TIK dalam dunia pendidikan yang tidak merata sebaiknya diperbaiki sehingga terjadi pembenahan kesenjangan digital sejak dini. Dana pembangunan dalam dunia pendidikan yang tidak teratur mengakibatkan masih ada saja sekolah yang tidak memiliki sarana lab komputer dan akses internet, bila masih banyak hal seperti itu terjadi di daerah, bagaimana kesenjangan digital akan menipis dimasa depan. Jangankan Lab, gedung sekolah yang terancam rubuh saja masih banyak dan tersebar di berbagai daerah. 

2. Kekurangan Skill SDM

Kekurangan Skill SDM disini bisa dikatakan sebagai minat dan kemampuan dari seseorang untuk menggunakan sarana digital. Masih banyak masyarakat yang merasa gugup, takut sehingga enggan menggunakan sarana digital seperti komputer atau laptop. Sebagian mereka masih tidak ingin menanggung resiko kerusakan dari sarana digital yang tergolong mahal sehingga bila rusak tentunya akan menghabiskan uang yang banyak pula bila rusak. 
Bila diperhatikan lebih dalam lagi berarti hal yang mempengaruhi skill SDM dalam menggunakan sarana digital bisa datang dari kesenjangan ekonomi dan kurangnya sosialisasi atau pemberian pemahaman kepada masyarakat tentang penggunaan sarana digital.

3. Kekurangan Isi Konten

Kekurangan konten yang paling terbaca disini adalah masih banyaknya masyarakat dengan penggunaan konten di sebuah sarana digital. Hal yang menjadi poin utama dalam permasalahan konten ini adalah kurangnya konten bahasa Indonesia dalam softwere digital yang ada. Mungkin di daerah yang masih berdekatan dengan kota-kota besar sudah banyak masyarakat yang memahami bahasa Inggris sehingga tahu bagaimana cara menggunakan aplikasi dalam sarana digital tertentu, tetapi bagaimana kabar dari saudara-saudara kita di daerah seperti yang disebutkan diatas, mereka yang masih belum memiliki jaringan Internet, bahkan listrik. Apakah mereka bisa paham menggunakan sarana digital yang di dominasi oleh perangkat berbahasa asing (Inggris).

4. Kekurangan dalam Penggunaan Internet Sendiri

Kesenjangan Digital ternyata tidak hanya berbicara mengenai sarana dan skill. Tetapi penggunaan Sarana digital dengan lebih bijaksana dan memberikan manfaat yang lebih besar untuk kesejahteraan informasi pada masyarakat. Internet dan jaringan Telekomunikasi saat ini bukan hanya untuk menghubungkan antara satu orang dengan kerabat di tempat yang jauh atau game online. Tetapi kemampuan digital saat ini juga bisa untuk mengakses informasi mengenai hal terkini dan memberikan banyak informasi yang sifatnya memberikan edukasi kepada khalayak. Sarana digital akan sangat berguna dan bermanfaat bagi masyarakat bila mereka peham dan mengerti tentang penggunaanya.

Bila diperhatikan saat ini sudah banyak memang mereka yang menggunakan sarana TIK untuk melakukan berbagai hal, namun banyak pula diantaranya masih terlihat keganjilan-kegajilan seperti contoh kasusnya adalah banyak sekali saat ini akan-anak yang berhasil mengerti cara menggunakan komputer dan penggunaan internet dan hubungan jaringan LAN dengan pahamnya mereka menggunakan jejaring sosial dan  bermain game online, tetapi, hanya itu yang bisa mereka lakukan, sementara untuk pemanfaatan lain masih belum bisa diperhitungkan.

Langkah Untuk Mempekecil Jarak Kesenjangan Digital

Dari berbagai faktor yang mempengaruhi terjadinya kesenjangan digital dapat diketahui bahwa saat ini masyarakat masih butuh bimbingan dari pemerintah dan berbagai pihak yang merasa bertanggung jawab. Pemerataan dari setiap daerah seharusnya semakin di tingkatkan sehingga tidak ada lagi ketimpangan yang nantinya akan memperbesar jarak dari kesenjangan digital di Indonesia. Sarana harus semakin ditingkatkan dan sama rata antara kota dengan daerah, seperti listrik dan jaringan telekomunikasi, dengan demikian salah satu faktor dari penyebab kesenjangan sosial sudah bisa diselesaikan, yaitu faktor infrastruktur.
Masyarakat masih mebutuhkan bantuan dalam hal ini adalah pengenalan terhadap dunia digital. Sehingga tidak ada lagi diantara meraka yang masih menyalah gunakan sarana digital untuk melakukan berbagai hal yang merusak moral. Penyuluha dan pemahaman kepada masyarakat adalah hal penting untuk membentuk masyarakat yang lebih bijak dalam menggunakan sarana digital di masa depan.


Knowledge Divide ..??

Kesenjangan Ilmu Pengetahuan dalam Perspektif Kognisi Informasi
Isu kesenjangan ilmu pengetahuan selalu berkaitan dengan struktur kognisi masyarakat di suatu wilayah. Keadaan tersebut memicu sisi pandang kognitif cognitive viewpoint yang beragam dari masyarakat dalam kaitannya dengan pemrosesan informasi. Seperti diutarakan oleh M. De Mey (1977) dalam Pendit (2006), pemrosesan informasi selalu diikuti oleh pengkategorian dan pengenaan konsep yang pada hakikatnya merupakan model/tiruan tentang dunia sekeliling. Model ini nantinya akan menghasilkan struktur pengetahuan atau struktur kognisi yang berkembang di masyarakat. (Pendit, 2006: 24).Informasi yang diterima masyarakat memiliki perbedaan dan keragaman intrepretasi (misrepresentasi). Penyebab utama misrepresentasi tersebut dapat disebabkan oleh penerapan Knowledge Management System (KMS) yang tidak efektif. KMS merupakan sistem yang mengakomodir suatu pengetahuan masyarakat dalam sebuah organisasi, lembaga, atau negara. Chinho Lin (2005) mengemukakan bahwa KMS sangat memengaruhi kesenjangan ilmu pengetahuan (knowlege gap) masyarakat. Menurut Lin, teradapat empat aspek kesenjangan yang sering muncul pada sebuah organisasi, lembaga, atau negara yang diistilahkan sebagai knowledge-gap framework. Keempat aspek kesenjangan ilmu pengetahuan tersebut adalah; strategic aspect (strategi), implementation aspect(implementaasi), plan aspect (perencanaan)dan perception aspect (persepsi).
Tulisan ini mengulas tiga artikel yang memberikan data dan fakta seputar kesenjangan ilmu pengetahuan dari keempat aspek di atas. Pertama, artikel mengenai kesenjangan ilmu pengetahuan pada masyarakat marjinal. Artikel yang diulas pada tulisan ini diambil dari Jurnal Al-Maktabah Vol.4 dengan berjudul “Kemiskinan Informasi pada Masyarakat Marjinal di Indonesia” yang ditulis oleh Laksmi (2004). Kedua, artikel yang mambahas tentang kesenjangan pengetahuan dalam bayang sejarah. Pembahasan kedua dilakukan dengan menganalisa sebuah artikel dari Harian Kompas yang berjudul “Dokumen Penting Terbengkalai Terkait Rendahnya Kesadaran Sejarah.”
Ketiga, analisa mengenai kesenjangan ilmu pengetahuan dan warisan budaya lisan. Analisa dilakukan berdasarkan artikel yang ditulis Sapto Raharjo (2003) yang berjudul, “Kesenjangan Antargenerasi dalam Pemahaman Budaya: Upaya Menjembatani Kesenjangan Melalui Siaran Radio Etnik”. Keseluruhan artikel tersebut diulas berdasarkan pendekatan isu kesenjangan ilmu pengetahuan di masyarakat. Ulasan dimulai dari sisi pandang kognitif masyarakat yang kemudian dikaitkan dengan aspek kesenjangan ilmu pengetahuan sebagai benang merah dari ketiga artikel.

Kesenjangan Ilmu Pengetahuan pada Masyarakat Marjinal
Katerkaitan antara struktur kognisi dan kesenjangan ilmu pengetahuan akan memunculkan dinamika beragam yang berakibat pada persolan kemiskinan informasi dan kesadaran informasi masyarakat. Tulisan Laksmi dalam Jurnal Al-Maktabah Vol.4 yang berjudul“Kemiskinan Informasi pada Masyarakat Marjinal di Indonesia” menjelaskan bagaimana kebutuhan informasi masyarakat Indonesia belum sepenuhnya terpenuhi. Dijelaskan Laksmi, salah satu faktor kemiskinan informasi tersebut memaksa masyarakat untuk selalu bergantung pada bantuan pemerintah atau orang lain. (Laksmi, 2004: 93).
Tulisan tersebut menitikberatkan pada ketersediaan informasi pada masyarakat marjinal di Indonesia. Fokus utama adalah pada kesadaran pentingnya pembangunan masyarakt informasi. Situasi yang dijelaksan Laksmi di atas memberikan kerangka penyebaran informasi melalui model yang secara langsung menjembatani kesenjangan (gap) informasi di masyarakat. Artinya, proses penyebaran informasi yang sampai pada masyarkat memiliki keterkaitan dengan pembentukan artian (meaning), bukan hanya sebagai manipulasi simbol semata. Hal ini seirama dengan pendapat Brookes, Belkin, dan Wersing – yang mengembangkan pandangan De Mey – tentang teori cognitive viewpoint. Pendapat Brookes, Belkin, dan Wersing menekankan pada kondisi kognitif perorangan (individual cognitive states) yang menjadi dasar kesadaran informasi masyarakat.
Telaah Laksmi di atas juga menemukan berberapa knowledge gap yang diakibatkan kondisi kognitif perorangan (individu) dalam masyarakat marjinal yang – seolah-olah – jauh dari jangkauan ilmu pengetahuan. Dari data yang ditemukan, terlihat beberapa aspek strategi dan aspek perencanaan penyebaran informasi yang cenderung memperlihatkan kesenjangan. Hal itu bisa dilihat pada beberapa temuan Laksmi dalam bidang pendidikan, ekonomi, dan kesehatan.
Temuan Laksmi tersebut mengindikasikan kesesuaian informasi yang diterima masyarakat dan ilmu pengetahuan yang dimiliki masyarakat. Secara sederhana dapat diartikan bahwa penggunaan teknik diseminasi informasi seharusnya sesuai dengan kondisi struktur kognisi masyarakat marjinal. Salah satu faktor yang harus diperhatikan dalam proses diseminasi informasi adalah kondisi struktur kognisi masyarakat. Struktur kognisi tersebut dapat dilihat dari segi pendidikan, budaya, gaya hidup, dan sebagainya. Jika ditinjau dari segi socio cognitive, temuan Laksmi jelas memberikan wacana perkembangan teknologi yang jauh lebih cepat berkembang daripada kemampuan kognisi masyarakat. Keadaan demikian akan memunculkan fenomena baru berupa degradasi informasi, yaitu penafsiran informasi yang sampai kepada masyarakat tidak diterima secara utuh dan bahkan salah. Jika hal tersebut tetap dibiarkan, kesenjangan ilmu pengetahuan diantara masyarakat akan terus dan akan semakin kompleks.
Secara tidak langsung, dalam tulisan tersebut juga menyiratkan misrepresentasi antara masyarakat, pemerintah, dan pekerja informasi – terutama media masa. Bentuk misrepresentasi tersebut dapat berupa eksklusi maupun marjinalisasi. Bentuk eksklusi merupakan misrepresentasi yang menggambarkan seseorang, suatu kelompok atau gagasan tertentu, namun dikucilkan dalam pembicaraan. Mereka dibicarakan dan diajak bicara, tapi mereka dipandang sebagai buruk dan bukan bagian dari kita. Dalam kasus masyarakat marjinal, Laksmi memberikan contoh kekurangan informasi dari berbagai aspek (kesehatan, pendidikan, dan ekonomi). Bentuk misrepresentasi eksklusi terjadi ketika pemerintah melakukan sosialisasi program kesehatan, pemerintah kurang melakukan pendekatan terhadap aspek kognitif masyarakat marjinal yang lebih cenderung ‘nyaman’ dengan praktek perdukunan. Secara langsung, pola tersebut membuat perdukunan dipandang tidak ilmiah dibandingkan ilmu kedokteran. Keadaan ini memicu kesenjangan informasi di masyarakat.
Kedua, misrepresentasi dalam bentuk marjinalisasi, yaitu menggambarkan pihak lain sebagai buruk, tanpa memilah pihak ‘kita’ dan mereka. Sudah menjadi tradisi masyarakat marjinal untuk menyandarkan kebutuhan kesehatan, pendidikan, dan sebagainya kepada tokoh masyarakat. Dengan demikian, model komunikasi juga diharuskan sesuai kultur masyarakat tersebut. Tidak mungkin digeneralisasikan dalam sebuah model yang bersifat global – yang pada akhirnya memunculkan kesenjangan-kesenjangan baru.

Kesenjangan Pengetahuan dalam Bayangan Sejarah
Lebih lanjut mengenai kesenjangan ilmu pengetahuan dan cognitive viewpoint masyarakat, sebuah artikel yang dimuat di Kompas, “Dokumen Penting Terbengkalai Terkait Rendahnya Kesadaran Sejarah” merupakan wujud nyata (representasi) kesenjangan ilmu pengatahuan di kalangan masyarakat. Artikel tersebut mengungkap pendapat ahli sejarah mengenai kesadaran masyarakat terhadap dokumen kesejarahan. Persoalan sejarah selalu berkaitan dengan sumber sejarah, baik berbentuk tulisan maupun lisan. Masyarakat Indonesia, menurut pandangan sejarahwan Anhar Gonggong dan Asvi Warman Adam, masih belum memiliki kesadaran tentang arti penting sejarah. Seperti contoh dokumen pemerintahan yang berhubungan dengan pemilu. Hal tersebut dapat dibuktikan melalui lembaga pemerintahan seperti Panitia Pengawas Pemilu yang tidak memiliki dokumen pengawasan pemilu sejak tahun 1982-1997. Selanjutnya, Anhar Gonggong juga menyatakan bahwa masyarakat Indonesia lebih menyukai sejarah lisan – terutama cerita tentang individu. Keadaan inilah yang menyebabkan perhatian terhadap teks-teks sejarah kurang mendapat penghargaan.
Realita kesadaran informasi kesejarahan di atas, dalam kajian teori kognitif informasi, dapat dilihat dari sisi cognitve style dari masyarakat. Secara terperinci G. Pask dan timnya mengemukakan bahwa terdapat dua gaya kesadaran informasi masyarakat pada umumnya.Pertama, gaya holist yang mengaitkan berbagai topik sejak penerimaan informasi, yang tentunya diketahui dan dipelajari melalui dokumen-dokumen yang berkaitan – terutama kesejarahan. Dalam konteks kesejarahan suatu bangsa dan negara, seharusnya dokumen yang bersifat strategis harus dilestarikan. Tujuannya adalah untuk dasar pengambilan kebijakan kenegaraan yang menentukan arah perjalanan suatu bangsa. Anhar Gonggong mengistilahkan, “Dokumen berfungsi pula untuk memperpanjang ingatan bangsa..” Selain itu, penyimpanan dokumen tidak harus melulu pada Pusat Arsip, Depo Arsip, dan sebagainya. Melainkan juga harus disimpan di masing-masing lembaga penting, misalnya KPU, kementerian-kementerian, dan sebagainya.
Kedua, gaya serialist yang cenderung menggunakan pendekatan lokal dan berkonsentrasi pada berbagai topik secara terpisah terlebih dahulu. Jika pada bagian pertama, sejarahwan Anhar Gonggong menyampaikan isu sejarah kebangsaan yang menghadapi dilema kesadaran pendokumentasian, pada bagian kedua dipertajam dengan pendapat sejarahwan Asvi Warman Adam yang ‘kesal’ dengan akal-akalan dalam pendidikan sejarah puluhan tahun belakangan ini. Artinya, selama era Orde Baru, kultus kesejarahan bangsa sengaja disampaikan dengan mengusung individu. Keadaan inilah yang menyebabkan bukti-bukti sejarah semakin terpinggirkan. Tidak hanya artefak, naskah, bahkan bangunan bersejarahpun mulai terabaikan. Asvi menegaskan jika kunci sejarah itu hilang, masa lalu bangsa akan tetap gelap. Tidak menutup kemungkinan keadaan tersebut akan menimbulkan kesenjangan ilmu pengetahuan pada masyarakat – yang diboncengi hal-hal yang seolah-olah memecah kebenaran sejarah melalui propaganda dokumen-dokumen kesejarahan. Akibatnya, terjadichaos dalam konstruksi kognisi masyarakat sehingga menimbulkan misrepresentasi dalam bentuk marjinalisasi hingga deligitimasi informasi yang diterima masyarakat.
Pembahasan mengenai kesenjangan pengetahuan sejarah di atas mengindikasikan kesesuaian antara aspek strategi yang dirancang oleh pemerintah dan persepsi masyarakat tentang penting atau tidaknya memelihara dokumen sejarah. Fakta yang diutarakan pada artikel di atas menyebutkan bahwa terjadi gap yang cukup jauh antara masyarakat dan sistem ilmu pengetahuan (knowledge management system) yang dijalankan oleh pemerintah.

Warisan Budaya Lisan dan Penafsiran Kesenjangan Ilmu Pengetahuan
Selain dalam bentuk dokumen, artefak, dan benda kepurbakalaan, informasi juga dapat berupa tradisi lisan maupun bentuk eksplorasi manusia berupa musik. Mayoritas masyarakat indonesia mengenal dan mempunyai musik etnik yang sangat banyak jumlah dan jenisnya. Sapto Raharjo (2003) mendeskripsikan kesenjangan informasi dalam hal pemahaman budaya antargenerasi yang berkaitan dengan musik etnik (daerah). Musik adalah salah satu warisan budaya bagi bangsa Indonesia yang sangat penting. Kekayaan warisan musik Indonesia sangat banyak. Namun, belum semuanya didokumentasikan dengan baik, sehingga masih banyak warisan musik yang luput dari perhatian. Selain itu, belum adanya lembaga yang menggawangi dan menjadi pusat dokumentasi musik etnik, merupakan hambatan dalam menumbuhkan kesadaran akan pentingnya dokumentasi musik warisan budaya ini.
Raharjo memberikan stimulus yang menjembatani kesenjangan tersebut melalui siaran radio lokal dengan tafsiran bahwa potensi musik etnik akan menggugah pendengar dari sebuah etnik tertentu. Potensi musik warisan budaya sebenarnya dapat dimaksimalkan dengan menggandeng stasiun radio. Biasanya, setiap daerah memiliki minimal satu stasiun radio. Melalui diskotek (tempat penyimpanan materi musik), radio sebenarnya melakukan proses pendokumentasian, sehingga pendokumentasian tidak hanya bersifat sentralisasi (terpusat). Sayangnya, apakah semua stasiun radio mampu dan mau menjalankan fungsi tersebut?
Setidaknya terdapat beberapa faktor utama yang menyebabkan belum maksimalnya fungsi dokumentasi pada stasiun radio, diantaranya adalah; wawasan, kesadaran, kemampuan SDM, dan ruang siaran (on air) yang belum baik dalam hal dokumentasi musik. Selain itu, radio sebagai sebuah organisasi komersial juga memiliki pandangan bahwa dunia mereka adalah dunia bisnis. Artinya mereka lebih suka melayani kebutuhan musik yang sedangtrend dan hits daripada mengelola dokumentasi warisan musik budaya. Pasalnya, pendengar radio lebih senang dengan sesuatu yang baru, belum ada sistem pengenalan yang baru (masuk dalam struktur kognisi masyarakat), dan anggapan bahwa musik adalah yang sekarang mereka dengar. Pemerintah juga mulai menaruh perhatian dengan menyusun undang-undang penyiaran – yang dalam isinya terdapat aturan tentang radio publik dan radio komunitas.
Realitas yang dikemukakan Raharjo di atas memiliki keselarasan dengan pendapat Webster (2005) seputar masyarakat informasi. Berdasarkan fokus utama permasalahan yang diungkapkan Raharjo di atas, setidaknya dapat dikategorikan sesuai dengan lima perhatian khusus sebagai berikut:
ü  Teknologis : Masyarakat sering berhadapan dengan perubahan teknologi di bidang media informasi, keadaan demikian yang menjadikan kemasan media musik antargenerasi mengalami perbedaan dalam hal kualitas dan kemasan musik itu sendiri. Akibatnya, kesan ‘kuno’ menjadi hal wajar bagi generasi baru dalam memandang musik etnis.
ü  Ekonomi: Seperti dijelaskan Raharjo, perusahaan penyiaran radio juga memiliki kepentingan bisnis dalam menjalankan aktivitasnya. Artinya musik dianggap sebagai komoditas dagang yang mampu menghasilkan keuntungan. Oleh karena itu, peran stasiun radio menjadi terganggu dalam hal dokumentasi musik etnis dan kehadiran musik kontemporer yang bernilai bisnis (keuntungan).
ü  Pekerjaan: Keterkaitan profesionaltas dan SDM yang belum maksimal. Hal ini bisa jadi merupakan titik awal kesenjangan ilmu pengetahuan (konwledge gap) antargenerasi. Alasannya, SDM merupakan kunci penting sebagai service sectordalam penyebaran informasi dan ilmu pengetahuan serta membangun cognitive viewpoint dalam masyarakat. Dari hal ini kemudian akan muncul struktur tenaga kerja/profesional yang menjadi domain penting pada masyarakat informasi.
ü  Spasial (spatial): Pengertian asli dari konsep ini berkenaan dengan jaringan (network) dalam masyarakat. Kesadaran adanya jaringan tersebut, dalam kasus musik etnis, cenderung melibatkan jaringan radio yang tersebar di daerah-daerah. Keberadaan radio-radio daerah inilah yang perlu mendapatkan perhatian pemerintah. Raharjo di atas mengungkapkan bahwa kepedulian pemerintah baru saja muncul dengan penyusunan Undang-Undang Penyiaran.
ü  Kultural: Aspek ini melihat jumlah informasi yang beredar di masyarakat dan sejauh mana informasi tersebut memengaruhi masyarakat itu sendiri. Dalam kasus musik etnis di atas, jelas bahwa pengaruh musik ‘baru’ secara perlahan memudarkan kecintaan musik etnik. Keadaan ini memang sangat mudah dirasakan, namun jarang sekali diukur.

Kesimpulan
Perkembangan masyarakat dalam skala besar memang berawal dari perkembangan struktur kognisi informasi yang dimiliki masyarakat itu sendiri. Peran dan tugas agen perubah – dalam hal ini profesional informasi, lembaga informasi, dan pemerintah – sangat menentukan perubahan tersebut. Perubahan terjadi selalu diikuti dinamika kesenjangan informasi/ilmu pengetahuan. Analisis ketiga artikel di atas cukup memberikan skema kesenjangan ilmu pengetahuan dari berbagai variabel yang ikut berperan di dalamnya. Proses penyebaraninformasi seharusnya dilakukan dengan memperkecil kemungkinan terjadinya misrepresentasi yang berakibat pada degradasi informasi. Hal ini perlu dilakukan guna mereduksi kesenjangan (gap) ilmu pengetahuan yang muncul di tengah-tengah masyarakat. Selain itu, kesadaran informasi di tengah-tengah masyarakat akan terbangun dengan sendirinya jika struktur kognisi informasi yang terbangun tidak jauh berbeda antara kelompok masyarakat satu dengan lainnya.
Secara luas, masyarakat Indonesia sedang berhadapan dengan arus perkembangan – dapat disebut porses pendewasaan – kesadaran informasi. Tentunya perkembangan tersebut tidak terlepas dari munculnya fenomena baru di masyarakat. Oleh karena itu, sinergitas pemerintah dan lembaga informasi harus lebih aktif berperan dan memberikan perhatian khusus kepada kebutuhan informasi masyarakat. Terutama perhatian terhadap pola perkembangan masyarakat dalam hal teknologi, ekonomi, pekerjaan, spasial, dan kultural. Dengan demikian, kesenjangan ilmu pengetahuan antar-masyarakat dapat ditekan sehingga perbedaan ilmu pengetahuan antar-masyarakat tidak terlalu signifikan. Selain itu, pemegang kuasa (pemerintah) juga perlu memperhatikan empat aspek dalam knowledge-gap framework, sehingga strategi, perencanaan dan persepsi terhadap informasi dapat diterima secara baik oleh masyarakat.


Komputer Dan Masyarakat Dalam Bidang-Bidang

Staf Ahli Bidang Komunikasi dan Media Massa Kementerian Komunikasi dan Informatika Henry Subiakto. Banjarmasin (ANTARA News) – Pengguna Internet di Indonesia hingga saat ini mencapai 48 juta orang dan diprediksi pada 2015 akan terjadi lonjakan menjadi 100 juta pengguna.
Staf Ahli Bidang Komunikasi dan Media Massa Kementerian Komunikasi dan Informatika Henry Subiakto di Banjarmasin Rabu mengatakan, khusus pengguna Internet wilayah Jakarta ditetapkan sebagai pengguna Internet dan Twitter terbesar di Asia.
Menurut Dirut PT Telkom, Arwin Rasyid, dengan jumlah pengguna internet sebesar 18 juta, pengguna internet di Indonesia menjadi yang terbesar di kawasan Asia. Dari jumlah tersebut, di tahun 2007 ini, menurut Sylvia W. Sumarlin, Ketua Umum APJII, pengguna internet di Indonesia berpotensi untuk bertambah 5 juta menjadi 23 juta pengguna. Dan jumlah ini akan terus melonjak, diperkirakan mencapai 60 juta pengguna pada tahun 2010.
Berdasarkan pernyataan Dirut PT Telkom, Arwin Rasyid, sebagaimana tersebut di atas bahwa pengguna internet di Indonesia menjadi yang terbesar di kawasan Asia, sedangkan kawasan Asia sendiri merupakan pengguna internet terbesar di dunia, yakni sebesar 36 % dari jumlah seluruh pengguna Internet di dunia, maka pangsa pasar pengguna internet di Indonesia sangat potensial dan strategis.
Menurut Henry saat memaparkan tentang Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) di Hotel “A” Banjarmasin, dengan Internet masyarakat bisa mengetahui berbagai informasi dari seluruh dunia.
Tim Computer Network ITB pada tahun 1996 mencatat jumlah pemakai internet di Indonesia mencapai 25.000 – 30.000 orang. Jumlah itu meningkat menjadi ± 800 ribu orang pada tahun 1999 (Priyatmo, Kompas 12 Maret 2000). Menurut data APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia), jumlah tersebut meningkat tajam menjadi sekitar 2 juta orang padaakhir tahun 2000 (Bisnis Indonesia, 4 Februari 2002). Pada akhir 2006, jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 18 juta orang.

FOKUS
Prediksi Penggunaan Komputer di Masa Depan Serta Dampaknya Terhadap Tenaga Kerja
Tanpa kita sadari, komputer telah menjadi suatu kebutuhan dan memiliki peranan yang sangat penting di masyarakat. Hal ini berlaku di negara-negara yang sudah maju maupun di negara-negara yang sedang berkembang. Sebagai salah satu penemuan manusia, teknologi komputer sama halnya dengan penemuan manusia lainnya seperti alat transportasi, militer, peralatan rumah tangga, dan lain sebagainya. Mereka berkembang bersama-sama diciptakan adalah untuk memenuhi kebutuhan manusia. Yang membedakannya adalah komputer memiliki kemampuannya untuk dapat diprogram guna melaksanakan berbagai macam tugas secara menakjubkan dengan kecepatan dan ketelitian yang tinggi. Selain itu yang hal lain yang membedakannya adalah kecepatan perkembangan teknologinya.
Sejak beberapa tahun yang lalu komputer sudah digunakan sebagai alat bantu untuk menyimpan, mengolah, dan mengambil kembali data atau informasi yang diperlukan. Contoh dari kegunaan komputer antara lain adalah :
Digunakan untuk membantu pengarsipan di kantor-kantor.
Digunakan pada bidang animasi untuk membantu pembuatan film-film dengan memanfaakan kemajuan dalam bidang disain grafik dan pengolahan citra.
Membantu pemakai dalam menelusuri indeks subjek dan indeks pengarang di perpustakaan.
Digunakan sebagai pendukungan layanan administratif di rumah sakit seperti data pasien, pemesanan tiket pesawat, kereta, serta alat transportasi lainnya.
Administrasi negara seperti administrasi data kepegawaian dan kependudukan, serta segala bidang kegiatan lainnya.


Prediksi penggunaan komputer dimasa depan :
Dengan semakin besarnya peran komputer dalam membantu manusia dalam kegiatan sehari-harinya, serta semakin banyaknya penemuan-penemuan baru di bidang teknologi yang kesemua nya itu diciptakan untuk kepentingan umat manusia, maka peran komputer akan semakin besar berperan dalam kegiatan sehari-hari. Namun Kemajuan teknologi komputer itu selain memberi dampak positif juga menimbulkan dampak negatif yang kurang diperhitungkan sebelumnnya. Teknologi memberikan banyak keuntungan pada masyarakat seperti komunikasi yang lebih baik, transportasi yang lebih cepat dan lebih aman, penyelesaian pekerjaan yang lebih cepat dan akurat serta efisiensi dalam penggunaan tenaga kerja.
Walaupun tidak terungkap secara terbuka selalu ada perasaan takut di kalangan masyarakat bahwa akhirnya manusia menjadi budak dari mesin yang diciptakannya sendiri karena banyak posisi penting dalam pekerjaan yang diambil alih oleh mesin dengan alasan biaya, kecepatan kerja dan ketelitian.
Banyak kalangan yang berpendapat bahwa mesin pandai akan terwujud dan memasyarakat. Mereka percaya bahwa keberadaan mesin ini akan amat bermanfaat yang akan menindih dampak negatifnya. Karena peran serta komputer sudah jelas dirasakan manfaat serta memiliki kemampuan yang hebat, kita semua sudah dapat memperkirakan bagaimana dimasa depan komputer dapat mengambil alih hampir semua bidang pekerjaan.

PENGGUNAAN KOMPUTER MASYARAKAT DI BIDANGNYA
Bidang Perbankan
Dalam dunia perbankan Teknologi Informasi dan Komunikasi adalah diterapkannya transaksi perbankan lewat internet atau dikenal dengan Internet Banking. Beberapa transaksi yang dapat dilakukan melalui Internet Banking antara lain transfer uang, pengecekan saldo, pemindah bukuan, pembayaran tagihan, dan informasi rekening. Di kota-kota besar, kita dapat memastikan kebanyakan orang telah mempunyai rekening di bank. Rekening yang bisa berupa tabungan, rekening koran, giro, ataupun deposito. Tapi melakukan transaksi di kantor bank terkadang memakan waktu cukup lama terutama harus antri menunggu giliran. Tidak jarang karena kesal dan tidak sabar menunggu dilayani sehingga memanfaatkan cara lain yaitu seperti menggunakan ATM (anjungan tunai mandiri) bank yang tersebar di beberapa tempat. Namun terkadang seseorang bisa bertambah kesal karena di depan ATM ternyata terdapat barisan orang yang mengantri pula. Memanfaatkan internet sebagai salah satu jalur transaksi perbankan yang lebih mudah diakses dimanapun seperti di rumah atau kantor dan juga kapanpun selama 24 jam satu minggu penuh. Internet banking yang juga dikenal dengan istilah online banking ini menurut situs wikipedia adalah melakukan transaksi, pembayaran, dan transaksi lainnya melalui internet dengan website milik bank yang dilengkapi sistem keamanan.
Bagi sebagian orang, internet banking sangat membantu karena bisa melakukan transaksi perbankan di luar jam kerja bank yang sering pendek. Hanya membutuhkan koneksi internet dan web browser seperti Internet Explorer. Sama sekali tidak memerlukan perangkat lunak atau perangkat keras secara khusus. Jumlah konsumen perbankan yang memilih internet banking sebagai cara yang paling disukai untuk menangani keuangannya dewasa ini berkembang dengan sangat cepat. Hal ini disebabkan mereka menyukai berbagai kemudahan dan fitur yang tersedia dalam internet banking.
Internet banking biasanya menyediakan fitur pembayaran berbagai rekening baik listrik, telepon, kartu kredit dan sebagainya secara online. Selain itu, setiap saat para konsumen bisa memeriksa dan mengunduh daftar transaksi keuangan mereka atau jumlah simpanan secara online. Di Indonesia, internet banking telah diperkenalkan pada konsumen perbankan sejak beberapa tahun lalu. Beberapa bank besar baik BUMN atau swasta Indonesia yang menyediakan layanan tersebut antara lain BCA, Bank Mandiri, Lippo Bank, Permata Bank dan sebagainya.
Mungkin ada orang yang ragu menggunakan internet banking lantaran cemas pada sistem keamanan internet yang sering dibobol oleh hacker atau cracker. Terutama sistem keamanan dengan otorisasi password yang sudah cukup aman bagi kebanyakan situs belanja online ternyata belum dianggap aman bagi internet banking di beberapa negara. Beberapa bank melengkapi sistem keamanan internet banking dengan sistem tambahan seperti enkripsi dan penggunaan password ganda yang salah satunya selalu berubah-rubah setiap melakukan transaksi perbankan online.
Sistem password ganda itulah yang diadopsi beberapa bank di Indonesia untuk melindungi konsumen internet banking-nya seperti sistem KeyBCA yang digunakan BCA. Pelanggan bank tersebut setiap ingin melakukan transaksi perbankan lewat internet banking tidak hanya harus menggunakan PIN (personal identification number) sebagai password, namun juga harus menggunakan KeyBCA, semacam kalkulator elektronik untuk mengeluarkan password yang selalu berbeda untuk mengotorisasi transaksi tersebut. Ada beberapa strategi lainnya untuk melindungi internet banking seperti menggunakan pembaca kartu chip bank konsumen yang bisa mengeluarkan password yang hanya bisa dikenali kartu tersebut. Cara lain yaitu sertifikat digital yang dapat mengotorisasi transaksi perbankan online dengan menghubungkannya pada peralatan fisik milik konsumen seperti komputer atau ponsel. Memang sistem keamanan internet banking tidak pernah 100% aman, namun penelitian menunjukkan perbankan konvensional justru lebih rentan pada penipuan keuangan daripada internet banking.

Bidang Transportasi
Seperti di Bidang Transportasi, Komputer digunakan untuk mengatur lampu lalu lintas. Di Negara maju kereta dipasang alat navigasi modern untuk menggantikan masinis melalui penggunaan satelit dan sistem komputer. Jalan raya juga dipasang dengan berbagai jenis sensor yang akan memberikan pesan kepada komputer pusat untuk memudahkan pengendalian jalan raya tertentu.
Dengan komputer semua jalur penerbangan di Bandara bisa di program dengan komputer. Untuk menerbangkan sendiri pesawat membutuhkan dan delangkapi komputer. Bahkan diketinggian tertentu pesawat dapat di terbangkan dengan otomatis dengan pilot otomatis yang sudah diprogram oleh komputer. Demikian juga penjualan tiket di Terminal , Bandara, Stasiun dapat dilayani dengan cepat dengan menggunakan komputer.
Dengan komputer semua jadwal dan jalur penerbangan yang transit dibandara bisa di program dan dijadwalkan dengan komputer. Untuk menerbangkan sendiri pesawat dilengkapi dengan peralatan komputer. Bahkan setelah mencapai ketinggian tertentu pesawat bisa di terbangkan otomatis dengan pilot otomatis yang sudah diprogram di dalam kmputer. Dengan komputer, navigasi kapal laut bisa ditentukan koordinat dan arah gerak kapal. Demikian juga penjualan tiket di Bandara , Stasiun , Dan Terminal Bus di layani dengan cepat menggunakan komputer.

Bidang Pendidikan
Kita tau, jika sistem pendidikan di negara kita sangat tidak relevan dengan kebutuhan industri yang ada. Sistem pendidikan kita yang lambat untuk mengadopsi inovasi. Pengembangan kurikulum menjadi alasan kenapa sistem pendidikan di negara kita menjadi terhambat.
Pada tahun 1996, American Association of Sekolah Administrator (Aasa) bersama 55 penasihat dari berbagai bidang, te rmasuk pendidikan, bisnis, pemerintahan, psikologi, sosiologi, antropologi, dan demografi untuk mempelajari masa depan pendidikan. Sebuah ringkasan singkat dari hasil temuan mereka adalah :
Siswa harus terampil dalam mengakses array yang luas dari informasi yang tersedia melalui teknologi canggih dan memproses informasi tersebut secara relevan.
Siswa harus tau bagaimana menggunakan komputer dan terbiasa dengan berbagai jenis teknologi
Sekolah harus memasukkan market trends teknologi dan memastikan bahwa teknologi baru telah dimasukkan kedalam program sekolah.
Pendekatan komputer yang mendukung pembelajaran siswa di sekolah/lembaga pendidikan akan sangat membantu didalam pengembangan di dunia pendidikan. Sehingga sistem pendidikan yang dijalankan bersifat up to date terhadap perkembangan teknologi informasi. Teknologi akan sangat meningkatkan peluang pendidikan dengan simulasi pekerjaan, telekomunikasi (pendidikan jarak jauh), 3-D grafis, dan kecerdasan buatan membuat kontribusi yang sangat besar untuk sistem pendidikan. Sehingga akan kebutuhan itu, pemerintah menganggarkan internet goes to campus sebagai salah satu bentuk pengenalan dunia pendidikan dengan teknologi informasi.
Sehingga siswa dapat dengan mudah mencari bahan-bahan pembelajaran untuk mendukung aktifitas pembelajarannya. Prediksi penggunaan komputer suatu saat nanti akan menjadi sangat tinggi karena kebutuhan akan teknologi informasi yang semakin tinggi.

Informasi & Komunikasi
Teknologi menjadi hal yang penting untuk mendukung proses komunikasi serta mendapatkan informasi secara lebih cepat. Kebutuhan akan penggunaan sarana secara online dan jarak jauh bukan lagi hal yang sulit digunakan dewasa ini. Sehingga, informasi dan komunikasi dapat didapatkan lebih mudah dan cepat dengan adanya komputer. Melakukan tranformasi data dari jarak yang tidak mungkin dapat diakses dengan cepat.
Dengan adanya internet, informasi akan semakin cepat dijangkau dan didapatkan. Sehingga bisa diprediksi masa depan nanti semua orang akan menggunakan internet dikehidupannya. Untuk mendukung setiap pekerjaannya. Internet juga mendukung fasilitas data teks, video call secara langsung yang bisa digunakan dan dimanfaatkan dengan baik.






Penjelan Dan Defenisi SEO

Disini kita akan menjelaskan pengertian SEO, jenis optimasi SEO, jenis teknik SEO menurut aliranya dan tujuan dari dilakukannya optimasi SEO pada blog. Karena mempelajari SEO banyak sekali manfaatnya, salah satunya adalah kita bisa mendapatkan pengunjung dari mesin pencari melalui optimasi SEO pada artikel kita agar menempati posisi pertama di hasil pencarian Google.

1. Pengertian SEO
Search Engine Optimization, yang biasa disingkat SEO adalah suatu usaha yang dilakukan pada sebuah blog yang bertujuan untuk meningkatkan jumlah trafik kunjungan melalui mesin pencari menuju website atau blog tertentu dengan memanfaatkan mekanisme kerja atau algoritma mesin pencari tersebut yang biasa dikenal dengan istilah optimasi SEO.


2. Jenis Optimasi SEO
Optimasi SEO dibagi menjadi dua, yaitu optimasi SEO on page dan optimasi SEO off page. Apa itu optimasi SEO on page? Pengertian dan definisi optimasi SEO on page adalah sebuah optimasi mesin pencari yang dilakukan dari dalam blog itu sendiri. Lalu apa itu optimasi SEO off page? Pengertian dan definisi optimasi SEO off page adalah kebalikanya dari optimasi SEO on page yaitu sebuah optimasi mesin pencari yang dilakukan dari luar blog itu.


3. Jenis Teknik SEO
Jenis teknik SEO juga terbagi menjadi dua yaitu teknik white hat SEO dan teknik black hat SEO. Apa itu teknik white hat SEO? Teknik white hat SEO adalah suatu teknik optimasi SEO yang bersih, teknik optimasi SEO yang dianjurkan dan yang aman apabila digunakan. Sedangkan pengertian dari teknik black hat SEO adalah suatu teknik optimasi SEO yang kotor, yang apabila dipergunakan akan mendapatkan hukuman yang fatal dari Google dan teknik black hat SEO ini juga sangat dibenci oleh Google. Karena melanggar TOS Google dan merupakan suatu teknik optimasi SEO yang curang, dan instan.


4. Tujuan Optimasi SEO
Tujuan dari dilakukannya optimasi SEO on page maupun optimasi SEO off page memiliki tujuan yang sama yaitu menempatkan sebuah situs web atau blog pada posisi teratas hasil pencarian, atau setidaknya halaman pertama hasil pencarian berdasarkan keyword (kata kunci) tertentu yang dibidik atau ditargetkan dan perbedaannya terletak di cara optimasinya. Karena website atau blog yang menempati dan berada di teratas pada hasil pencarian memiliki peluang lebih yang besar untuk mendapatkan pengunjung dari mesin pencari, karena pengunjung pasti akan lebih mengutamakan blog yang paling atas terlebih dahulu, lalu mengkliknya dan mengunjungi website atau blog tersebut. Untuk cara menaikan posisi artikel di Search Engine Result Page (SERP) kalian bisa membaca artikel tentang cara meningkatkan posisi artikel di SERP dengan blog dummy ini.


5. Kesimpulan
Jadi, optimasi SEO ini merupakan sebuah kewajiban yang harus dilakukan oleh blogger manapun yang ingin blognya menempati dan berada di posisi teratas dan mendapatkan banyak pengunjung dari mesin pencari. Optimasi SEO on page dan optimasi SEO off page ini juga merupakan sebuah optimasi yang harus dilakukan dan tidak boleh dipisahkan ibarat sebuah 'pasangan' yang saling melengkapi satu sama lain. Jika hanya salah satu saja optimasi SEO yang dilakukan entah optimasi SEO on page ataupun optimasi SEO off pagenya saja maka akan kurang optimal pula hasil yang akan didapatkan nantinya.


Senin, 30 Maret 2015

Positif Dan Negatifnya Peranan Komputer dalam Masyarakat

Teknologi Informasi dan Komputer saat ini sangat berperan penting dalam kehidupan masyarakat, baik di negara maju maupun di negara berkembang seperti Indonesia. Seluruh aspek kegiatan kehidupan masyarakat tidak lepas dari dukungan teknologi informasi dan komputer.  Dr. Ir. Bondan T. Sofyan, M.Si, Direktur Center for Computing and Information Teknologi (CCIT), Fakultas Teknologi, Universitas Indonesia, menyatakan  Teknologi informasi bukan lagi merupakan option, tapi merupakan keharusan. Dari bidang perbankan, system pertahanan negara yang di dalamnya ada intelligence working system, dari masalah akuntansi hingga ke teknologinya. Dunia datar yang ada saat kini telah tersambungkan oleh pipa-pipa jaringan (networking) dengan system IT tersebut ”.
Dalam bidang pendidikan, teknologi informasi dan komputer sangat berperan dalam memudahkan proses pembelajaran secara efektif dan efisien. Menurut pendapat Robert Taylor, peranan komputer dalam pendidikan dibagi menjadi 3 bagian yaitu tutor, tool dan tutee. Sebagai tutor, komputer berperanan sebagai pengajar melalui pendekatan pengajaran berbantukan komputer. Sebagai tool, komputer berperan sebagai alat pembelajaran dan sebagai tutee , komputer berperan sebagai cara untuk mengajarkan berpikir kritis. Peranan komputer dalam bidang pendidikan lainnya dapat dilihat pada Perpustakaan Elektronik (E-Library), Buku Elektronik (E-Book), Pembelajaran Jarak Jauh (E-Learning), dan lain-lain.    
Luehrmann dalam Paul F. Merill (1996: 234) menyatakan bahwa komputer menghasilkan sumber intelektual mendasar dan baru. Komputer merupakan alat berpikir dan alat pemecahan masalah. Hal ini terlihat dengan adanya Sistem pakar yang diciptakan untuk membantu manusia dalam dalam membuat keputusan. Sistem pakar Internet adalah salah satu hasil dari kemajuan teknologi informasi dan komputer yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan masyarakat saat ini.  Melalui internet masyarakat dapat menemukan berbagai informasi secara cepat dan gratis.
internet juga sangat berperan dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Dengan adanya internet membawa dampak pada perubahan bentuk pemasaran. Proses pemasaran saat ini dapat dilakukan tanpa perlu ada pertemuan antara penjual dengan pembeli. Paul (1996) mengutip data dari Direct Selling Marketing tahun 1995 bahwa di dunia ada sekitar 20 juta pengguna internet di 135 negara dimana lebih dari $300 milyar nilai transaksi barang terjual melalui internet. Kotler (2003) menyebutkan bahwa internet merupakan salah satu bentuk dari penjualan langsung (direct marketing).
Terdapat dampak positif yang ditimbulkan dari penggunaan teknologi informasi dan komputer yaitu komunikasi yang lebih baik, transportasi data yang cepat dan aman, pekerjaan lebih cepat selesai dan akurat dan efisiensi tenaga kerja . Namun di samping dampak positif tersebut, muncul dampak negatif yang perlu diwaspadai.
Perkembangan dunia iptek yang demikian pesatnya telah membawa manfaat luar biasa bagi kemajuan peradaban umat manusia.Jenis-jenis pekerjaan yang sebelumnya menuntut kemampuan fisik cukup besar, kini relatif sudah bisa digantikan oleh perangkat mesin-mesin otomatis.Sistem kerja robotis telah mengalihfungsikan tenaga otot manusia dengan pembesaran dan percepatan yang menakjubkan.   
Begitupun dengan telah ditemukannya formulasi-formulasi baru aneka kapasitas komputer, seolah sudah mampu menggeser posisi kemampuan otak manusia dalam berbagai bidang ilmu dan aktivitas manusia.Ringkas kata, kemajuan iptek yang telah kita capai sekarang benar-benar telah diakui dan dirasakan memberikan banyak kemudahan dan kenyamanan bagi kehidupan umat manusia.
Bagi masyarakat sekarang, iptek sudah merupakan suatu religion.Pengembangan iptek dianggap sebagai solusi dari permasalahan yang ada. Sementara orang bahkan memuja iptek sebagai liberator yang akan  membebaskan mereka dari kungkungan kefanaan dunia. Iptek diyakini akan memberi umat manusia kesehatan, kebahagiaan dan imortalitas. Sumbangan iptek terhadap peradaban dan kesejahteraan manusia tidaklah dapat dipungkiri. Namun manusia tidak bisa pula menipu diri akan kenyataan bahwa iptek mendatangkan malapetaka dan kesengsaraan bagi manusia. Dalam peradaban modern yang muda, terlalu sering manusia terhenyak oleh disilusi dari dampak negatif iptek terhadap kehidupan umat manusia.Kalaupun iptek mampu mengungkap semua tabir rahasia alam dan kehidupan, tidak berarti iptek sinonim dengan kebenaran.Sebab iptek hanya mampu menampilkan kenyataan.Kebenaran yang manusiawi haruslah lebih dari sekedar kenyataan obyektif.Kebenaran harus mencakup pula unsur keadilan.
Tentu saja iptek tidak mengenal moral kemanusiaan, oleh karena itu iptek tidak pernah bias mejadi standar kebenaran ataupun solusi dari masalah-masalah kemanusiaan. Dampak positif dan dampak negative dari perkembanganteknologi dilihat dari berbagai bidang: 

A) Bidang Informasi dan komunikasi
Dalam bidang informasi dan komunikasi telah terjadi kemajuan yang sangat pesat. Dari kemajuan dapat kita rasakan dampak positifnya antara lain:
  • Kita akan lebih cepat mendapatkan informasi-informasi yang akurat dan terbaru di bumi   bagian manapun melalui  internet.
  • Kita dapat berkomunikasi dengan teman, maupun keluarga yang sangat jauh hanya           dengan melalui handphone
  • Kita mendapatkan layanan bank yang dengan sangat mudah. Dan lain-lain
Disamping keuntungan-keuntungan yang kita peroleh ternyata kemajuan kemajuan    teknologi tersebut dimanfaatkan juga untuk hal-hal yang negatif, antara lain:
  • Pemanfaatan jasa komunikasi oleh jaringan teroris (Kompas)
  • Penggunaan informasi tertentu dan situs tertentu yang terdapat di internet yang bisa disalah gunakan fihak tertentu untuk tujuan tertentu
  • Kerahasiaan alat tes semakin terancam melalui internet kita dapat memperoleh informasi tentang tes psikologi, dan bahkan dapat memperoleh layanan tes psikologi secara langsung dari internet.
  • Kecemasan teknologi selain itu ada kecemasan skala kecil akibat teknologi komputer.
Kerusakan komputer karena terserang virus, kehilangan berbagai file penting dalam komputer inilah beberapa contoh stres yang terjadi karena teknologi. Rusaknya modem internet karena disambar petir.

B) Bidang Kedokteran dan kemajauan ekonomi
Mampu menjadikan produk kedokteran menjadi komoditi Meskipun demikian ada pula dampak negatifnya antara lain;1.   terjadinya pengangguran bagi tenaga kerja yang tidak mempunyai kualifikasi yang sesuai dengan yang dibutuhkan2.   Sifat konsumtif sebagai akibat kompetisi yang ketat pada era globalisasi akan juga melahirkan generasi yang secara moral mengalami kemerosotan: konsumtif, boros dan memiliki jalan pintas yang bermental “instant”.

3) Bidang Sosial dan Budaya
Akibat kemajuan teknologi bisa kita lihat
  • Perbedaan kepribadian pria dan wanita.
Banyak pakar yang berpendapat bahwa kini semakin besar porsi wanita yang memegang posisi sebagai pemimpin, baik dalam dunia pemerintahan maupun dalam dunia bisnis. Bahkan perubahan perilaku ke arah perilaku yang sebelumnya merupakan pekerjaan pria semakin menonjol.Data yang tertulis dalam buku Megatrend for Women:From Liberation to Leadership yang ditulis oleh Patricia Aburdene & John Naisbitt (1993) menunjukkan bahwa peran wanita dalam kepemimpinan semakin membesar. Semakin banyak wanita yang memasuki bidang politik, sebagai anggota parlemen, senator, gubernur, menteri, dan berbagai jabatan penting lainnya.
  • Meningkatnya rasa percaya diri
Kemajuan ekonomi di negara-negara Asia melahirkan fenomena yang menarik. Perkembangan dan kemajuan ekonomi telah meningkatkan rasa percaya diri dan ketahanan diri  sebagai suatu  bangsa  akan  semakin  kokoh.  Bangsa-bangsa Barat tidak lagi dapat melecehkan bangsa-bangsa Asia.
  •  Tekanan,
Kompetisi yang tajam di pelbagai aspek kehidupan sebagai konsekuensi globalisasi, akan melahirkan generasi yang disiplin, tekun dan pekerja keras Meskipun demikian kemajuan teknologi akan berpengaruh negatip pada aspek budaya:
  • Kemerosotan moral di kalangan warga masyarakat,
Khususnya di kalangan remaja dan pelajar. Kemajuan kehidupan ekonomi yang terlalu menekankan pada upaya pemenuhan berbagai keinginan material, telah menyebabkan sebagian warga masyarakat menjadi “kaya dalam materi tetapi miskin dalam rohani”.
  • Kenakalan dan tindak menyimpang
Di kalangan remaja semakin meningkat semakin lemahnya kewibawaan tradisi-tradisi yang ada di masyarakat, seperti gotong royong dan tolong-menolong telah melemahkan kekuatan-kekuatan sentripetal yang berperan penting dalam menciptakan kesatuan sosial. Akibat lanjut bisa dilihat bersama, kenakalan dan tindak menyimpang di kalangan remaja dan pelajar semakin meningkat dalam berbagai bentuknya, seperti perkelahian, corat-coret, pelanggaran lalu lintas sampai tindak kejahatan.
  • Pola interaksi antar manusia yang berubah
Kehadiran komputer pada kebanyakan rumah tangga golongan menengah ke atas telah merubah pola interaksi keluarga.Komputer yang disambungkan dengan telpon telah membuka peluang bagi siapa saja untuk berhubungan dengan dunia luar.Program internet relay chatting (IRC), internet, dan e-mail telah membuat orang asyik dengan kehidupannya sendiri. Selain itu tersedianya berbagai warung internet (warnet) telah memberi peluang kepada banyak orang yang tidak memiliki komputer dan saluran internet sendiri untuk berkomunikasi dengan orang lain melalui internet. Kini semakin banyak orang yang menghabiskan waktunya sendirian dengan komputer. Melalui program internet relay chatting (IRC) anak-anak bisa asyik mengobrol dengan teman dan orang asing kapan saja.

C)  Bidang Pendidikan
Teknologi mempunyai peran yang sangat penting dalam bidang pendidikan antara lain:
  • Munculnya media massa, khususnya media elektronik sebagai sumber ilmu dan pusat pendidikan. Dampak dari hal ini adalah guru bukannya satu-satunya sumber ilmu pengetahuan.
  • Munculnya metode-metode pembelajaran yang baru, yang memudahkan siswa dan guru dalam proses pembelajaran. Dengan kemajuan teknologi terciptalah metode-metode baru yang membuat siswa mampu memahami materi-materi yang abstrak, karena materi tersebut dengan bantuan teknologi bisa dibuat abstrak.
  • Sistem pembelajaran tidak harus melalui tatap muka.

Dengan kemajuan teknologi proses pembelajaran tidak harus mempertemukan siswa dengan guru, tetapi bisa juga menggunakan jasa pos internet dan lain-lain.Disamping itu juga muncul dampak negatif dalam proses  pendidikan antara lain:
  • Kerahasiaan alat tes semakin terancam Program tes inteligensi seperti tes Raven, Differential Aptitudes Test dapat diakses melalui compact disk.. Implikasi dari permasalahan ini adalah, tes psikologi yang ada akan mudah sekali bocor, dan pengembangan tes psikologi harus berpacu dengan kecepatan pembocoran melalui internet tersebut.
  • Penyalah gunaan pengetahuan bagi orang-orang tertentu untuk melakukan tindak kriminal. Kita tahu bahwa kemajuan di badang pendidikan juga mencetak generasi yang berepngetahuan tinggi tetapi mempunyai moral yang rendah. Contonya dengan ilmu komputer yang tingi maka orang akan berusaha menerobos sistem perbangkan dan lain-lain.

Senin, 16 Maret 2015

Komputer Dan Masyarakat Isu Sosial

Tanpa kita sadari penggunaan komputer telah berperan di masyarakat. Hal ini berlaku di Negara maju maupun di Negara yang sedang bekembang seperti Indonesia. Komputer sebenarnya tidak berbeda dengan produk tekhnologi lainnya seperti kereta api, pesawat terbang, mobil, televise dan lainnya. Apa yang membedakan komouter dengan yang lainnya adalah kemampuannya untuk dapat di program guna melaksanakan berbagai macam tugas dengan kecepatan dan ketelitian yang tinngi.
Pada dasarnya komputer digunakan sebagai alat bantu untuk menyimpan, mengolah, dan mengambil kembali data atau informasi yang di perlukan. Bidang pekerjaan yang juga mulai terpengaruh seperti terlihat pada contoh di bawah ini :Penyiapan surat-menyurat sampai dengan penyimpanan arsip dikantor.
1.   Pembuatan film dalam bidang animasi dan efek-efek 3 dimensi.
2.  Pencarian buku berdasarkan judul buku dan nama pengarang di perpustakaan
3.  Pelayanan administrasi dan mutu pelayanan medis pada rumah sakit.
4. Pemesanan tiket pesawat terbang pada perusahaan penerbangan domestic maupun internasional.
5. Administrasi Negara seperti administrasi data kepegawaian, administrasi data kependudukan, pembuatan KTP, SIM dan lain sebagainya.
Penggunaan komputer dalam bidang industry.Beberapa contoh di atas merupakan sedikit contoh pemanfaatan komputer di berbagai bidang pekerjaan. Masih banyak bidang lain yang belum di sebutkan.

ISYU SOCIAL dan MASALAH
Kemajuan teknologi komputer selain memberi dampak positif juga menimbulkan dampak negative yang kurang diperhitungkan sebelumnya. Teknologi memberikan banyak keuntungan pada masyarakat seperti komunikasi yang lebih baik, transportasi yang lebih cepat dan lebih aman, penyelesaian pekerjaan yang lebih cepat dan akurat serta efisien dalam penggunaan tenaga kerja. Walaupun tidak terungkap secara terbuka selalu ada perasaan takut di kalangan masyarakat bahwa akhirnya manusia menjadi budak dari mesin yang diciptakannya sendiri karena banyak posisi penting dalam pekerjaan yang di ambl alih oleh mesin dengan alas an biaya, kecepatan kerja dan ketelitian.
Data dan informasi menjadi sumber yang penting
Adalah kenyataan bahwa data dan informasi bukanlah suatu yang murah dan mudah didapat. Namun demikian, akan menjadi jauh lebih besar resikonya perkembangan IT dikerjakan tanpa data dan informasi dibandingkan dengan suatu perencanaan yang dikerjakan dengan data dan informasi,dengan demikian, kegiatan manusia yang berkualitas akan membutuhkan perencanaan yang berkualitas yang pada akhirnya juga dibutuhkan data dan informasi yang berkualitas pula (data dan informasi yang akurat, tepat waktu, dan tepat guna). Peningkatan kualitas data dan informasi dilakukan melalui kegiatan penyediaan data dan informasi yang akurat, tepat guna, serta tepat waktu yang senantiasa perlu dibenahi agar dapat digunakan khususnya sebagai bahan untuk monitoring dan evaluasi.
Oleh karena itu data dan informasi menjadi sumber daya yang sangat penting dalam perkembangan IT jika tidak ada keduanya maka perkembangan IT tidak dapat berjalan.

Percepatan dalam IPTEK
Dalam perkembangan IT juga didorong oleh percepatan dalam IPTEK, hal ini karenakan kebutuhan teknologi yang sangat tinggi. teknologi di era sekarang ini sudah semakin maju dan semakin canggih contohnya seperti komputer yang semakin canggih dilihat dari bentuk, fitur, layanan, kegunaan dan kecepatan dalam pemrosesan data. saat ini negara-negara maju seperti jepang juga telah menciptakan sebuah robot yang dapat berkomunikasi denagn manusia, dan dapat berjalan seperti manusia ini merupakan bukti IPTEK sudah sangat berkembang.

Kesulitan yang dihadapi umat manusia
Dengan semakin berkembangnya teknologi informasi dan perkembangan IPTEK yang sangat pesat, maka membuat umat manusia menjadi semakin kesulitan dalam mengikuti perkembangannya. karena banyak masyarakat yang kurang mampu sehingga tidak dapat mengikuti perkembangan teknologi. Seharusnya pemerintah memberikan pelajaran secara gratis pada masyarakat yang kurang mampu tentang teknologi informasi agar dapat mengikuti perkembangan IT




Rabu, 11 Maret 2015

Sejarah Komputer dan Perkembangannya

Awal mula kata komputer dipergunakan untuk memvisualisasikan orang yang mempunyai pekerjaan melakukan perhitungan aritmatika. Namun, sekarang ini komputer diartikan kepada sebuah perangkat mesin tersebut.
Dalam pengertian yang paling mendasar, komputer adalah perangkat yang membantu manusia dalam melakukan berbagai macam perhitungan. Dalam hal ini, komputer pertama yaitu sempoa yang digunakan untuk melakukan operasi artimatika dasar.
Dalam sejarah dan perkembangan komputer, Sempoa atau Abacus merupakan awal dari lahirnya komputer. Komputer dalam melakukan prosesnya berbentuk elektronik, yang memungkinkan untuk melakukan perhitungan yang lebih luas dan cepat. Hingga saat ini komputer dapat memproses gambar, suara, teks dan bentuk non-numerik data lainnya. Yang perlu diingat semuanya itu tidak lepas dari perhitungan numerik dasar. Gambar, suara dan lainnya hanyalah sebuah abstaksi dari angka-angka yang berderak di dalam sebuah mesin. Dalam komputer angka-angka tersebut yaitu “1” dan “0” yang mewakili kombinasi listrik aktif dan non-aktif. Dengan kata lain setiap gambar, suara, teks dan lainnya di dalam komputer memiliki kode biner yang sesuai.

Komputer Generasi Pertama (1940 – 1950)
Komputer Generasi Pertama menggunakan beberapa tabung vakum yang besar dan kompleks seperti crystal diodes, relays, resistors, dancapacitors yang membutuhkan daya listrik sebesar 150 kilowatt. Komputer elektronik pertama yang digunakan untuk umum yaitu ENIAC (Electronic Numerical Integrator And Computer). Sudah berbentuk digital, namun belum menggunakan kode biner sebagai prosesnya. Digunakan untuk memecahkan rangkaian lengkap tentang masalah komputasi. Diprogram menggunakan plugboard dan switch, yang sudah mendukung input dan output dari IBM card.
Komputer elektronik pertama yang digunakan untuk non-umum yaitu ABC (Atanasoff-Berry Computer), ten British Colossus computers, german Z3, LEO, UNIVAC, dan Harvard Mark I.

Komputer Generasi Kedua (1955 – 1960)
Komputer Generasi Kedua muncul setelah ditemukannya transistor, yang kemudian mulai mengganti tabung vakum dalam desain komputer. Dengan transistor, daya, panas dan bentuk jauh lebih kecil dibandingkan dengan komputer generasi pertama. Namun, masih jauh lebih besar dengan komputer sekarang ini.
Komputer dengan transistor pertama ini dibuat di University of Manchester pada tahun 1953. Yang paling populer dari komputer transistor generasi kedua ini adalah IBM 1401. IBM juga menciptakan drive pertama (sebuah media penyimpanan) pada tahun 1956, yang dikenal dengan IBM 350 RAMAC.

Komputer Generasi Ketiga (1960)
Penemuan Integrated Circuits (IC) atau dikenal juga dengan microchips, membuka jalan untuk komputer generasi ketiga atau yang kita kenal dengan komputer sekarang ini. Berbentuk jauh lebih kecil dengan generasi komputer sebelumnya, dengan transistor yang lebih banyak dan dibenamkan ke dalam microchips tunggal. Dalam tahap perkembangannya, komputer generasi kedua masih bertahan.
Pertama munculnya minicomputer yang didasarkan pada kedua transistor dan microchips seperti IBM System/360. Komputer ini jauh lebih kecil dan lebih murah daripada generasi-generasi sebelumnya.Komputer Generasi Ketiga dikenal sebagai mainframe komputer. Minicomputer dapat dilihat sebagai jembatan antara mainframe dan microcomputer sebagai proliferasi dalam perkembangan komputer.

Komputer Generasi Keempat (1971)
Microchips berbasis Central Processing Unit (CPU) pertama, terdiri dari beberapa microchips untuk komponen CPU yang berbeda. Dorongan untuk integrasi semakin besar dan miniasturisasi dipimpin menuju single-chip CPU, di mana semua komponen CPU yang diperlukan dimasukkan ke sebuah microchips tunggal yang disebutmicroprocessor. Microprocessor pertama yaitu Intel 4004.
Munculnya microprocessor melahirkan evolusi dari microcomputer, bentuk yang akhirnya akan menjadi komputer pribadi yang kita kenal sekarang ini.